Minggu, 25 Maret 2012

 Manfaat Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat

 Manfaat Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat

1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan Sosial
Seperti: keragaman ras, suku dan agama, serta menambah pengetahuan tentang keberagaman budaya yang menyangkut system nilai dan norma, adat istiadat, kesenian, dan unsur-unsur budaya lainnya. Melalui pembelajaran sosiologi kita akan memperoleh pengetahuan tentang macam-macam karakteristik social individu maupun kelompok individu dalam masyarakat.
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
Sosiologi bermanfaat untuk menumbuhkan kepekaan terhadap toleransi social dalam pergaulan sehari-hari, sehingga memungkinkan terjadinya hubungan saling perngertian dan saling menguntungkan.
Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosila yang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain, sehingga mesti membangun kerja sama saling menguntungkan antara umat manusia yang satu dengan yang lain.
3. Menghindari Konflik Sosial
Pengetahuan sosiologi bermanfaat untuk menghindari konflik social, terutama konflik horizontal yang melibatkan pertikaian antargolongan, antarsuku, maupun antarras. Pada dasarnya konflik social itu akan terjadi jika di antara dua kubu mempunyai prinsip-prinsip atau pola piker yang berbeda-beda.
4. Menghindari Dominasi Sosial
Memahami sosiologi bermanfaat untuk menghindari terjadinya dominasi social, dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi kebudayaan. Dominasi social pada hakikatnya merupakan suatu bentuk penjajahan terselubung dari kelompok yang kuat kepada kelompok yang lemah, dari kelompok yang besar kepada kelompok yang kecil. Dengan tumbuhnya solidaritas social sebagai hasil pemahaman terhadap nilai-nilai karakteristik social dan individu melalui sosiologi, maka dominasi social, dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi budaya dapat dihindari, paling tidak dapat dikurangi.
5. Meningkatkan Integritas Nasional
Memahami sosiologi bermanfaat untuk meningkatkan integritas nasional dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju yang memiliki standart hidup yang tinggi. Sebagai bangsa yang majemuk, yang berbhinnekaan ras, suku, dan agama sering kali menimbulkan ekses-ekses yang negative. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan adanya saling pengertian dan kerja sama yang erat di antara unsure-unsur social yang saling berbeda pada masyarakat yang majemuk, sehingga dapat meningkatkan integritas social bagi masyarakat tersebut.
6. Interaksi Sosial
Interaksi sosila merupakan hal penting dalam sosiologi, karena merupakan syarat terjadinya aktivitas social dalam masyarakat. Interaksi social merupakan hubungan-hubungan social yang dinamis yang di dalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok maupun individu dengan kelompok. Berlangsungnya proses interaksi didasarkan pada pelbagai factor:
a. Factor Imitasi, proses meniru perilaku orang lain dapat positif dan negative.
b. Factor Sugesti, apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.
c. Factor Identifikasi, kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dala diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.
d. Factor Simpati, suatu proses diman seseorang merasa tertarik dengan pihak lain.
7. Kelompok Sosial
Secara sosiologis, kelompok social adalah setiap kumpulan manusia yang memiliki pola interaksi yang terorganisir dan terjadi secara berulang-ulang.
Kesadaran berinteraksi ini diperlukan oleh mereka untuk menciptakan suatu kelompok, sedangkan kehadiran fisik semata-mata sama sekali tidak diperlukan.
Kesadaran berinteraksi ini sangat penting karena melalui kelompoklah, seorang individu menghayati aturan-aturan yang ada dalam masyarakat. Melalui interaksi dengan kelompoknya maka seorang individu mampu memenuhi kebutuhan
8. Peran dan Status Sosial
Setiap masyarakat selalu ada pembagian peran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki karena melalui peran-peran yang berbeda itu masyarakat dapat berjalan dengan seimbang. Peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki suatu status tertentu. Sedangkan status adalah kedudukan seseorang dalam suatu kelompok atau kedudukan kelompok dalam kaitannya dengan kelompok-kelompok lain. Ada 2 jenis peran atau status dalam sosiologi, yaitu :
a. Achieved role, suatu peran dan status yang dicapai/diperjuangkan melalui pilihan, usaha, dan tenaga sendiri.
b. Ascribed role, suatu peran dan status yang diperoleh berdasarkan keturunan, tanpa memperhitungkan selera, kemampuan dan hasil kerja seseorang.
9. Ketertiban dan Pengendalian Sosial
Dalam suatu system kemasyarakatan, pola hubungan dan kebiasaan yang berjalan lancar digunakan dipakai untuk mencapai tujuan masyarakat. Hal ini dapat terwujud apabila kegiatan berlangsung dengan menyenangkan. Pada masyarkat sederhana, sosialisai menciptakan ketertiban social dengan cara mempersiapkan orang agar bersedia berperilaku sebagaimana yang diharapkan.
Masyarakat yang teratur hanya dapat tercipta jika kebanyakan orang melaksanakan sebagian besar kewajiban mereka kepada orang lain dan mampu menuntut hak mereka dari orang lain.
10. Sosiolog Sebagai Ahli Riset
Seperti semua ilmuan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat.
Dalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus mampu men-ernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat. Dari hasil penilitiannya, sosio-log harus dapat menghadirkan kebenaran-kebenaran agar dampak negatif yang mung-kin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam masyarakat dapat dihindari. Berdasarkan hal i-tu pula, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada po-la-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.
11. Sosiologi Konsultan Kebijakan
Ramalan sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap kebijakan sosial adalah suatu ramalan. Artinya, kebijakan di-ambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh atau dampak yang diinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi harapan terse-but. Salah satu faktornya adalah ketidakakuratan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap permasalahannya.
12. Sosiologi Sebagai Teknisi
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarkat, hubungan antarkaryawan, masalah moral, maupun hubungan antarkelom-pok dalam suatu organisasi.
Dalam kedudukan seperti ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuan terapan (applied scien-tist). Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya. Dalam mencari ni-lai-nilai tertentu, seperti efisiensi kerja atau efektifitas suatu program atau kegiatan masyarakat.
13. Sosiologi Sebagai Guru atau Pendidik
Dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif. Contohnya, dalam menyajikan data tentang masalah kemiskinan, seorang sosiolog ti-dak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu proyek atau kegiatan ter-tentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis, konservatif, dan sebagainya.
Sosiologi dapat menyajikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana keterlibatan mereka dalam pemecahan masalah sosial. Keterlibatan mereka dalam kegiatan-ke-giatan sosial yang bersifat membangun serta menunjukkan apa yang telah mereka pe-lajari dari pengalaman-pengalaman tersebut.
14. Menujang sebuah proses -proses kesuksesan.
Manfaat yang dapt mewujudkan pada hakikat yang benar –benar nyata yang ada , dimana masyarakat menilai dari sebuah titik nol menuju puncak buah karirnya.titik nol dari apa ? siapapun tidak akan bias sukses dengan sendirinya tanpa ada peran orang lain dimana id harus tahu dan selalu mengerti kehidupan di masyarakat, kehidupan di dunia kerja serta menempatkan dirinya pada bidang yang mungkin orang lain menjadi yakin bahwa diri kita mempunyai potensi besar dan mempunyai kualitas tanggung jawab dalam melakukan apapun dengan komitmen yang kuat. Menjadi mengerti pembelajaran tidak hanya pada sebutan teori – teori, praktek nyatalah pembelajaran yang terjun pada masyarakat membuat pandangan terus kedepan tidak dibingungkan oleh teori apapun.survei dan bukti yang ada direalitas masyarakat membangun semangat menciptakan motivasi yang ada dr berbagai karakter individu dalam lingkungan. Karena kenyamanan, dan kesenangan kesuksesan ada pada prosesnya, bukan pada akhir dari prosesnya.
15. Keteraturan pada pola hidup di lingkungan.
Manusia dalam mencapai pola hidupnya di hadapkan pada dua oilihan yaitu ingin lebih baik ataukah sebaliknya? Di dalam ilmu sosiologi bermasyarakat dengan berdampingan tidak hanya asal kumpul, asal mengikuti dalam hal apa saja. Di sini sosiologi member manfaat bagaimana seseorang di beri batasan di beri aturan-aturan yang cenderung mutlak secara umum maupun dari sisi spiritual dalam tanda kutip. Seseorang terlihat mempunyai pola hidup yang baik apabila ia memberlakukan, menghormati, serta melaksanakan dari aturan-aturan yang ada, serta poin jela yang perlu di garis bawahi tidak menganggap aturan itu menjadikan arti di larangnya hak kebebasan pola hidup di lingkungan masyarakat menjadi bekal serta cirri dari setiap pribadi seseorang di manapun ia berada, ia sudah mengerti aturan yang seimbang memanage diri. Ciri pola hidup yang teratur merefleks, spontan dengan mengingat aturan-aturan yang baik untuk dirinya dan orang lain, maka ia berhasil membuat pola hidup yang tahu akan aturan pada lingkungannya.
16. Menghormati pada sebuah perbedaan.
Sosiologi memberikan manfaat bagaimana seseorang dapat saling menghormati dari semua bukti-bukti yang teruji memberikan pengertian perbedaan apapun dapat di satukan dan saling menguatkan dari sisi-sisi yang berbeda. Contohnya dalam sebuah perbedaan pendapat pada forum yang sangat penting untuk mewujudkan satu persamaan yang saling di butuhkan satu dengan yang lainnya tanpa ada sikap dan perilaku yang membuat perbadaan itu seakan-akan yang menjadikan diri seorang rendah, merasa tidak adil. Karena memang hak asasi manusia adalah mutlak pada siapapun itu.





17. Menciptakan Kerjasama antar pihak.
Pengetahuan sosiologi menciptakan macam-macam ide sosial pada pembangunan sebuah kemajuan ilmu-ilmu sosial keterkaitan akan kerjasama antar pihak tertentu untuk mencapai sesuatu yang saling menguntungkan dan tidak merugikan pihak lain. Pada proses kerjasama pun terdapat interaksi dan timbal balik yang di inginkan oleh orang-orang yang terlibat kerjasam. Kerjasam memerlukan standart mutu yang ditentukan pada manfaat kerjasama yang baik, seperti apa yang menjadi ciri penelitian terapan.
18. Penyesuaian Diri pada Lingkungan
Sosiologi juga memberi manfaat penuntun, pengarah pada setiap diri seseorang dalam menempatkan diri pada suatu lingkungan masyarakatnya serta pemahaman pada setiap karakterisasi lingkungan tempat yang kita sedang berdiri. Sebagaimana pada sosiologi kontak langsung dengan seseorang tidak dapat di hindari. Dimana dapat memberikan pengetahuan cara bersosialisasi kumpul dengan khalayak dengan hanya mendahulukan ego sendiri termasuk penghambat untuk kita lebih menyesuaiakan lingkungan. Karena rasa ke-AKUan tidak bisa membuat proses-proses berbaur lebih baik pada pihak manapun.
19. Perbaikan Diri Menanggapi Masalah
Sosiologi juga tak jauh dari materi yang pernah ada tentang penngendalian, adapun termasuk pengendalian diri dalam melihat satu titik masalah yang tidak bisa di keluarkan dan dipecahkan dengan amarah, merasa benar dan seolah-olah kesalahan selalu di pihak lain. Musyawarah dengan saling mengakui dan saling meraba diri atau introspeksi diri “apa yang kurang dari diri saya, perilaku saya ?” tidak hanya berselisih satu sama lain, karena kita saling berdampingan untuk saling mengisi dengan tanggung jawab serta langkah dewasa untuk tidak terpuruk pada masalah.
Kita perlu berinteraksi dan berhati-hatidi setiap mengambil keputusan untuk tidak masuk pada lubang yang sama.


Referensi :
1. http://nurulsolikha.blogspot.com/2011/03/kegunaan-sosiologi-dalam-masyarakat.html
2. Drs. Budiyono. 2000. Sosiologi untuk SMA X. Kartasura Surakarta. Citra Pustaka
3. Atik Catur Budiati. 2009. Sosiologi Kontekstual untuk SMA & MA Kelas X. Jakarta. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
4. Mafatihul Husna. 2012. XF

1 komentar: